Gilaaksara’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sekelumit Kisah Bapak Pemuda

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Bung Hatta mencintai pemuda. Ia gembira kalau pemuda-pemuda datang mengunjunginya. Suatu kejadian di rumah Hatta pada permulaan Juli 1945. Persoalannya mengenai negara kesatuan atau negara berserikat. Pemuda mencium berita bahwa besoknya akan ada perdebatan di Panitia Penyelidik Persiapan Kemerdekaan. Kala itu, Bung Hatta sudah tidur. Waktu menunjukkan jauh malam, dekat tengah malam. Walaupun demikian, ada suatu rombongan pemuda berkunjung ke rumah bung Hatta. Tujuannya, bung Hatta jangan mempersoalkan Negara Indonesia merdeka tersusun daripada negara-negara kecil dalam suatu kesatuan (perserikatan)—artinya berbentuk federasi negara-negara. Mereka sadar apabila bung Karno mempertahankan negara kesatuan mati-matian, suatu bentrokan besar akan terjadi antara kedua pemimpin negara tersebut—Soekarno dan Hatta.

Dengan matanya yang masih terkukung kantuk, Hatta melihat ke-kanan dan ke-kiri untuk mengetahui berapa banyak anak muda yang menyerbu ke kamar kerjanya. Manis sekali sikapnya Hatta itu. Pemuda yang menyangka akan disemprot oleh bung Hatta, duduk bersila di depan. Bung Hatta duduk di kursi. Seorang juru bicara dari pemuda menceritakan kekhawatiran dengan perkembangan pertentangan yang membahayakan. Setelah mendengarkan cerita itu, dengan tenang bung Hatta menjanjikan hal itu tak akan terjadi.

Pemuda gembira mendengar penuturan ini. Besoknya, bahkan Hatta tidak berbicara mengenai bentuk negara…Doktor Amir dari Sumatra Utara menyatakan, apakah tindakan pernyataan kemerdekaan bukan suatu perebutan kekuasaan. Sebelum bung Karno menjawab, bung Hatta berkata keras, seolah membentak doktor Amir,

Dengan proklamasi kita menyatakan pada seluruh dunia bahwa kita adalah bangsa yang mau merdeka dan mau menentukan nasib sendiri…”

(red—Seri Dimata—Pribadi Manusia Hatta)

Dalam usianya yang tergolong muda, pemuda memang memiliki semangat yang ber-api-api dalam berbicara dan bertindak. Kondisi yang meledak-ledak yang ada pada jiwa pemuda itu terkadang membutuhkan bimbingan serta nasehat dari kaum tua, sehingga pemuda dapat berjalan di jalan yang semestinya. Pencerminan ringkasan riwayat Hatta di atas merupakan pengertian bahwa tak dapat disangkal pemuda memang membutuhkan sosok teladan yang dapat membimbingnya. Sosok yang dapat memberikan contoh positif. Sosok yang membuat para pemuda tidak merasa ada gap di antara dua generasi tersebut—tua dan muda. Sosok yang disegani namun tidak ditakuti.

Konsepsi hormat terhadap yang lebih tua sebenarnya sudah bersemayam di dada para pemuda. Namun, terkadang sikap orang tua yang terkadang menghakimi, atau bahkan sikap mengecilkan pola pikir pemuda yang dianggap tak berpengalaman, itulah yang membuat pemuda merasa ada gap dengan generasi tersebut—generasi tua. Sehingga, sikap menjauhi, dan juga sikap bangkang menjadi satu-satunya sikap yang ditonjolkan oleh pemuda guna menunjukkan betapa pemuda bukan anak kecil lagi, melainkan manusia yang sudah memiliki visi untuk mencapai masa depan.

Zaman sudah berganti, kerinduan pemuda terhadap hadirnya sosok yang dapat diteladani semakin menusuk di hati. Kemana para tua yang bijaksana? Yang mampu membimbing para pemuda menuju masa depan Indonesia yang gemilang. Memang, hantu perseteruan antar generasi semakin memanas dalam negeri. Namun, tak bisakah sedikit meredakan amarah dalam hati, agar hilang semua rasa benci terhadap generasi itu dan ini. Mari para tetua, bimbinglah kami. Junjunglah kami. Kelak kaln Ku gendong ragamu yang hampir renta ketika kami sudah berhasil membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berharga diri di mata dunia. Ya, MATA DUNIA

September 19, 2008 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Dear you..
    who would have ever thought that Andes Kurnia a.k.a Nia, could own such a talent in the world of literature?
    I couldn’t stop sighing everytime I finished reading your article.. Nia, I salute you. I myself would never be able to write the way you write..
    Keep searching your dream my brother.. Keep pursuing what’s troubling your mind..
    I would love to read your beautiful poems in this blog.. Why don’t you post them here?
    Have a great life..

    your sist.. :)

    Komentar oleh Uni | September 20, 2008


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.