Membentuk Karakter Pemuda Sejati Di Bulan Ramadhan
Para pemuda merupakan urat nadi suatu bangsa yang merdeka di setiap masa. Mereka kelak mempunyai peran besar dalam membangun masa depan bangsa. Kepentingan pemuda semakin terasa pada masa sekarang ini, ketika seluruh lapisan masyarakat Indonesia merindukan sosok pemimpin yang berakhlak mulia. Namun, hal tersebut mustahil terwujud jikalau pemuda tidak menyadari akan pentingnya pembinaan diri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para pemuda harus menemukan momen yang tepat untuk mereka dapat membina karakter diri mereka agar menjadi insan yang berakhlak mulia. Dan dalam hal ini, bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat bagi para pemuda untuk mewujudkan semua itu.
Sebagai konsekuensi makhluk yang berke-Tuhan-an, pemuda Indonesia seakan kehilangan kepribadian, kejayaan, dan kemuliaan mereka. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh-pengaruh budaya asing yang memang sudah merasuki pikiran dan jiwa mereka. Akan tetapi, meskipun keadaan sedemikian rupa, harapan tetap ada pada pundak para pemuda untuk membangkitkan kejayaan bangsa.
Untuk mengembalikan kejayaan pemuda ke posisi yang sebelumnya, yaitu pada saat rasa nasionalisme sedang kuat, di bulan Ramadhan ini, pemuda harus mengetahui dan menyadari akan adanya kekuasaan spiritual yang kini sedang terbenam dalam hati mereka. Suatu kekuatan yang tidak mengikat, tapi mengendalikan. Tidak menekan, tapi menggetarkan. Tidak mengancam, tapi mempesona. Tidak menakutkan, tapi menggairahkan. Tidak memaksa, tapi mencerahkan. Itulah kekuatan spiritual
Kekuasaan spiritual—yang hanya dapat diperoleh dari hasil pemahaman agama secara mendalam—adalah kekuasaan orang yang tidak berkuasa secara struktural. Ia berkuasa karena kekuatan kepribadiannya. Ia berkuasa dikarenakan kharismanya. Dan, kharismanya terbentuk dari gabungan wibawa dan pesona, ilmu dan akhlak, pikiran dan tekad, keluasan wawasan dan kelapangan dada. Mereka—para pemuda yang memiliki kekuasaan spiritual—senantiasa menyebarkan ilmu dan cinta. Mereka membawa cahaya dan menerangi kehidupan bangsa.
Oleh sebab itu, di tengah konflik yang sedang melanda kaum pemuda di zaman sekarang ini, bulan Ramadhan adalah bulan di mana para pemuda dapat menegakkan wajah dan mempertahankan kehormatan pribadi. Ramadhan adalah bulan penuh hikmah yang bukan saja diperuntukkan bagi kaum pemuda muslim, melainkan juga kepada seluruh pemuda yang bernyawa di nusantara. Pada bulan ini, tercerminlah akhlak yang mulia, di mana sikap toleransi menjadi sikap terpuji yang harus dimiliki secara luhur dalam dada setiap pemuda. Dampaknya, persatuan dan kesatuan tanpa memperdulikan segala perbedaan yang ada, akan tercipta dengan kuat.
Itulah inti dari makna bulan Ramadhan yang harus disadari oleh segenap kaum pemuda. Yaitu bulan di mana mereka harus menenggelamkan diri mereka dalam mempelajari, merenungi, dan menghayati ilmu-ilmu ke-agama-an guna membangkitkan kembali kekuasaan spiritual dalam diri mereka. Bulan Ramadhan juga merupakan ajang bagi setiap pemuda untuk menunjukkan sikap toleransi yang hakiki antar sesama. Dengan begitu, secara alami, setelah bulan Ramadhan kelak berakhir, maka akan terciptalah karakter sejati dalam diri pemuda bangsa Indonesia.
“Wahat hamba 4W1, jadikanlah bulan Ramadhan sebagai bulan untuk kalian menenggelamkan diri, menghayati, dan memahami nilai-nilai keagamaan dalam diri dengan berzikir, dan membaca Al-Qur’an dan terjemahannya. Bertoleransilah kau, dan saling menghormatilah. Sesungguhnya 4W1 Maha Tahu apa yang tampak dan tak tampak.”
(Kurnia, 1 September 2008)
1 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
boleh juga se pay. Semangat juga ente y?