Ada Matahari Cerah Di Balik Awan Hitam
Kenyataan pahit yang terbungkus oleh keputus-asa-an, selama ini menjadi awan hitam yang tak kunjung cerah. Bahkan, segala kegagalan demi kegagalan yang dialami banyak para pemuda—berawal dari sakitnya patah hati, jeratan narkoba, serta kesadaran akan ketidak-sempurnaan diri—semakin mengubur impian segenap kaum pemuda untuk tampil menjadi pemenang.
Alangkah disayangkan, kelamnya awan dilalui tanpa adanya perenungan yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal kenapa skenario pemuda Indonesia harus begini, mengalami kegagalan dan keterpurukan yang berkepanjangan. Bersamaan dengan itu, segala ejekan, lampangan, hinaan, dan lecehan yang kemudian dirasakan, seakan menjadi hambatan baru yang membuat para pemuda terpaku GOBLOK menangisi masa lalu dan melupakan tentang keindahaan di masa depan.
Di tengah tuna-perenungan akan adanya matahari cerah di balik awan hitam, kegulitaan semakin menyelimuti nasib para pemuda, sehingga kesadaranpun seakan sulit untuk digapai. Masa lalu menjadi bayangan yang menakutkan, sementara masa depan berubah menjadi monster yang harus dihindari perlawanannya. Intinya, kepercayaan diri kaum pemuda habis berantakan terserak di belantara ketaklukan.
Pemuda selamanya ditakdirkan sebagai makhluk berjuang, karena impian memang harus direbut, karena pengalaman pahit yang sudah menggerogoti pemuda bukan saja harus dirubah, tapi juga WAJIB dirombak, karena kenyataan-keyataan yang ada pada diri sekarang ini barulah berupa awal perjalanan—belum yang sesungguhnya. Maka, cita-cita di masa depan harus diwujudkan guna menyadari bahwa segala sesal yang dirasakan selama ini tiadalah bermanfaat dan berguna.
Pengalaman kepahlawanan pemuda Indonesia di masa lalu dalam mengentaskan ketakutan akan masa depan, telah membuktikan semua ini. Kemerdekaan diraih di bawah panji pemuda. Kemenangan direbut atas jerih-payah upaya para pemuda. Maka, masa yang demikian harus dialami kembali di masa seperti sekarang ini, atau setidaknya di masa mendatang nanti. Dan bila kesadaran itu dapat diterbitkan lagi, serta diikuti rasa berani untuk membunuh pesimisme diri agar menjadi optimisme diri, maka kemenangan untuk yang kedua kalinya pasti akan terulang. Sehingga, dengan demikian, pemuda di masa depan pasti akan tertawa dan bahagia karena ternyata memang ada matahari cerah di balik awan hitam. “PERCAYALAH!”
“Pemuda, hentikan bicaramu tentang kegagalan, tapi hiasi kicaumu tentang angan, cita-cita, dan kemenangan…—Kurnia”
2 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Pemuda sekarang banyak yang kacow bos. Banayk yang kerjaannya mabok.
Yang muda pada mabok yang tua pada korup.
Makanya jangan sampai patah hati……….