Pemuda Bangsa
KAu datang membawa lelah dari gulita malam
Matamu picik melihat kebobrokan
Telingamu memerah mendengar janji si Tua Penguasa
Oh…Kau Pemuda Bangsa…
Tangismu tak terdengar, semangatmu pun terabaikan
Oh…Kau Pemuda Bangsa…
cuma satu kata, kini bersiap teriak dari lantang suaramu…
“Pemuda! Pemuda! Pemuda!”
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS